Pernahkah anda berfikir bahwa kuasa Tuhan itu tidak ada batasnya? Atau pernahkah anda berfikir bahwa tiada yang mustahil bagi Tuhan. Dan pernahkah anda menyadari bahwa Tuhan itu maha baik?
Tulisan ini adalah bentuk permenungan akan semua itu.
Desember 2005 tepatnya tanggal 27, saya menerima sakramen perkawinan di gereja katolik. Bahagia rasanya bisa mempersunting gadis yang sangat saya cintai. Hari itu rasanya dunia serasa milik berdua.Ditambah dengan perayaan adat batak yang meriah, seakan kita menjadi raja dan ratu sehari. Semua serba dilayani.
Sebagai pasangan yang baru pasti mendambakan keturunan dan kita berdua ingin secepatnya untuk punya momongan. Tapi Tuhan berkata lain. Dia ingin kita berdua mempersiapkan semua terlebih dahulu.
Tahun pertama perkawinan kita lalui dengan indahnya walau belum ada tanda-tanda Tuhan akan mengabulkan doa kita dalam bentuk seorang bayi. Memasuki tahun kedua timbul juga rasa was-was. Dan kita memutuskan untuk periksa ke dokter spesialis kandungan. Seperti disambar petir, karena ketidaktahuan, dokter memvonis ada polip di saluran kelamin istriku sehingga terjadi penyumbatan.
"Apaan tuh dok? Bisa sembuh gak? Tolong dong tindakansecepatnya!!"tanya ku.
"Tenang aja pak, ini ini tidak berbahaya. Kita cuma butuh kesiapan istri bapak untuk operasi pengangkatan polipnya" tegas dokter
Akhirnya setelah istriku benar-benar siap dilakukan operasi pengangkatan polip. Dan terimakasih kepada Tuhan semua berjalan dengan lancar.
Setelah operasi kami berharap bahwa Tuhan pasti menunjukkan kuasa Nya. Tapi Tuhan berkata lain kami masih harus bersabar juga. Istriku mulai gusar, dan bertanya-tanya apa yang salah. Sabar....kita sedang dicobai Tuhan, kataku. Semua akan indah pada waktunya. Akhirnya kami mencoba dokter kandungan yang laen, tapi jawaban nya sabar aja cuma tinggal tunggu waktu aja. Tapi obat penyubur selalu dijejalin buat istriku. Tidak sabar juga akhirnya kita coba ke tukang urut. Atas rekomendasi dari mertua, kita harus sering bolak-balik ke Bandung karena disana ada tukang urut yang sudah berpengalaman. Tapi hasilnya masih tetap nihil juga. Tak berselang lama kita coba juga ke tukang urut lain di daerah Kalimalang. Harus bayar 900 ribu dan bayar di depan. Wow...jumlah yang tidak sedikit sebenarnya tapi karena kerinduan akan memperoleh momongan rasanya jumlah itu tidaklah ada artinya. Tapi lagi-lagi hasilnya tetap nihil.
Memasuki tahun ketiga kita coba lagi pindah ke dokter lain, seorang profesor. Dan dari sinilah awal perselisihan saya dengan istri. Profesor tsb menganjurkan inseminasi. Istriku begitu bersemangat tapi aku tak pernah setuju. Karena menurutku hubungan suami istri itu adalah hubungan yang sakral kenapa harus menyerah. Akhirnya aku putuskan untuk pindah dokter lagi.
Akhirnya setelah 3,5 tahun menguji kesabaran kami, Tuhan menunjukkan kuasa dan kebaikannya. Istriku hamil, suatu hadiah terindah. Tuhan itu menunjukkan kebesaran Nya setelah kami memiliki rumah dan mobil. Mungkin ini rencana Tuhan, agar kami mempersiapkan semuanya untuk kelahiran anak kami. Dan tanggal 9 Maret 2010, putri kecil kami lahir. Geovana Putri Nelsia nama yang kami berikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar