Selesai membaca koran, Untung berguman sendiri. Ada-ada aja di negara tetangga mending di negara ku ini walau cuma Negara Ecek-ecek tapi semuanya damai. Karena mendengar ucapan suaminya, Paulina istrinya Untung, menghampirinya dan bertanya:
"Ada apa sih pak? Koq ngedumel sendiri?"
"Itu lho bu di negara tetangga kita itu koq gak habis-habisnya masalah yah?" kata Untung
"Memangnya masalah apa lagi?"
"Korupsi, suap,dan pemalsuan surat. Dan kayaknya pejabatnya itu suka bohong. Coba baca tuch di koran, ada pejabat mereka, si Nazaruddin, yang sedang di Singapura. Katanya sich sakit jantung, jadi sedang periksa. Apa di negara mereka gak ada dokter yang ahli yach? Kayaknya di negara mereka ada koq rumah sakit jantung yang terkenal."
"Mungkin bukan sakit jantung pak, tapi sakit hati karena merasa dikorbankan."
“Lucunya lagi bu” tambah Untung
“Dia dipanggil ama KPK di negerinya tapi tidak mengindahkannya. Katanya mau nyuruh pengacaranya, eh… gak datang juga. Trus… itu lho, katanya lagi nich, berat badannya turun 18 kilo dan ia sakit jantung tapi masih bisa menemui teman-temannya di Singapura.”
“Hah… 18 kilo ? Koq bisa yach, bukannya dokter di Singapura itu termasuk ketat ? Mana mungkin dokternya bisa ceroboh begitu, pasti sudah disuruh istirahat total” jawab Paulina
“Benar, tapi itu khan masih katanya. Katanya lagi banyak politisi yang juga sebagai aktor korupsi/suap di negara tetangga kita itu. Dan si Nazaruddin itu tahu dan mau membongkar semua itu. Tapi sampai sekarang belum ada hasil tuh. Mudah-mudahan KPK-nya berhasil yach memaksa dia pulang. Supaya kaus suap/korupsi di negara itu bisa dibongkar walaupun ini masih tergolong yang kecil. Masih banyak kasus yang lebih besar tapi mandek aja.” kata Untung
“Kita cuma bisa berharap Pak. Tunggu aja berita selanjutnya.”
‘Ya, sih. Kalau negara tetangga aman, tenteram dan bebas dari korupsi pasti kita juga ikut senang khan.” demikian Untung memotong pembicaraan istrinya.
“Tentunya. Tapi ngomong-ngomong sarapan udah disiapin dari tadi lho pak. Yuk, kita sarapan dulu keburu dingin lho.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar