Jujur adalah satu kata yang gampang untuk diucapkan tapi sulit untuk diaplikasikan. Menurut kamus Bahasa Indonesia jujur diartikan lurus hati, tidak berbohong , tidak curang . Atau dengan kata lain apa adanya bukan ada apanya. Seorang yang jujur (idealis) malah sering diolok-olok oleh temannya yang lain. “Percuma dikasih posisi yang basah tapi gak bisa bermain” demikian biasanya kita menyebut orang yang idealis. Berarti kita sendiri sebenarnya sudah memaksa seseorang untuk tidak jujur. Atau contoh kecilnya saja saat pengurusan KTP atau surat-surat lain ke pemerintahan, kita dengan sengaja memberikan uang pelicin untuk mempercepat urusan. Berarti kita juga sudah tidak jujur dan memberikan peluang juga kepada orang untuk tidak jujur.
Terkadang untuk mencapai sesuatu banyak cara yang harus ditempuh. Termasuk menghalalkan trik-trik kotor. Tidak peduli lagi dengan kata dosa. Lihatlah kasus-kasus yang terjadi di negeri ini. Ada perampokan, pencurian, penipuan dan banyak kasus lainnya. Yang lebih parahnya banyak orang-orang intelek di negeri yang melakukan praktek-praktek yang tidak jujur. Mereka ini berlindung dibelakang partai politik. Dan juga para penegak hukum tidak bisa bertindak jujur juga. Alamak…. Mau dibawa kemana negeri ini ?
Mungkin kita harus bercermin dan banyak belajar kepada Ibu Siami. Ia selalu menanamkan kejujuran kepada anaknya dan berani bertindak untuk melawan ketidakjujuran. Ia berani melaporkan praktik ketidakjujuran yang ada di SDN Gadel 2 Kelurahan Gadel, Kecamatan Tandes, Surabaya. Beranikah kita bertindak seperti Ibu Siami ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar