Jumat, 17 Juni 2011

Aku dan Bus Kota

Apakah anda termasuk orang yang sering menggunakan angkutan kota untuk bepergian ke suatu tempat? Aku termasuk salah satunya. Di hari kerja minimal 6 kali saya harus naik turun angkutan kota. Mulai dari Mikrolet, Metromini/Kopaja maupun bus kota. Awalnya memang keharusan, maklumlah karena keterbatasan ekonomi. Gak sanggup beli motor apalagi mobil. (Ibarat kata duit kecil aja gak punya, apalagi duit besar.)Tapi makin hari aku makin menikmati naik angkutan kota.

Angkutan kota terutama bus kota di Jakarta memang belum termasuk angkutan yang aman. Banyak pencopet yang selalu mengincar isi kantong anda berkeliaran di bus kota. Dalam bus kota juga banyak wanita yang mengalami pelecahan seks. Atau ada juga pengamen yang tidak elegan, karena meminta dengan cara memaksa. Ini mungkin cuma sebagian kecil yang harus kita waspadai di dalam bus kota. Oh ya... Ada satu yang aku lupa. Bau badan. Tidak membahayakan tapi mengganggu penciuman.

Aku memang belum pernah kecopetan di dalam bus kota. Mungkin karena tampang ku juga seram jadi dikira komplotan copet juga. Hahaha.... Apalagi sampai korban pelecahan... (Udah pernah belum sich cowo dilecehkan di dalam bus kota?) Kalau ini terjadi padaku, pasti minta nambah lagi. Hahaha.... Soal pengamen sih, yang penting kita angkat tangan saja kalau memang tidak berniat memberi. Satu hal yang cukup mengganggu kalau mogok ditengah jalan. Jadi telat dech.

Aku memang begitu menikmati naik bus kota. Selain bisa cuci mata (maklum banyak juga cewe cantik naik bus kota), bisa menambah kenalan. Bayangkan kalau naik bus yang sama ke jurusan yang sama, kemungkinan juga akan ketemu orang yang sama. Satu hal paling utama tentunya dengan naik bis kota aku bisa mengurangi kemacetan. Lihat saja di dalam 1 mobil terkadang hanya satu orang. Coba kalau mereka mau naik bus kota, berapa banyak bahan bakar yang bisa dihemat. Trus berapa banyak mobil yang bisa berkurang di jalanan yang tentunya akan mengurangi kemacetan.

Alasan mereka mungkin karena naik bus kota tidak nyaman. Mudah-mudahan alasan ini menjdai pertimbangan buat pemerintah dan pengusaha untuk memperhatikan bus kota. Aku yakin kalo sarana transportasi (termasuk bus kota) sudah aman dan nyaman, pasti akan banyak orang menggunakannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar