Lucu-lucuan

Mengurangi Rasa Sakit

Di sebuah kota seorang professor terkenal telah berhasil menemukan cara untuk mengurangi rasa sakit bersalin. Cara kerjanya adalah dengan membagi atau menyalurkan rasa sakit bersalin itu kepada ayah jabang bayi yang akan lahir. Lalu suatu hari sepasang suami istri yang penuh kasih datang ke klinik professor itu karena si istri akan melahirkan.

Suami: ”Professor, istri saya ingin bersalin disini. Dan saya mau rasa sakitnya kami bagi dua.” Sambil memandang ke wajah istrinya dengan penuh kasih. Si istri sangat bangga karena suaminya mau ikut berbagi beban yang sangat berat ini. Professor terbelalak.
Professor: ”Apa bapak yakin dibagi dua? 50%”.
Suami: “Ya. Saya sangat yakin.”
Professor: ”Tapi pak berdasarkan pengalaman kami, biasanya suami cuma sanggup menahan rasa sakit 10% saja. Bahkan ada satu suami yang koma selama 3 hari karena mencoba menahan 10% itu. Apa bapak yakin tetap 50%.”
Si suami mulai tampak gugup. Keringatnya langsung mengucur, padahal ruang klinik itu full ac. Lalu dengan agak terbata,
Suami: ”Baiklah dok, kita coba mulai dari 5% dulu. Nanti kalo memang tahan kita naikkan lagi.” Si istri terlihat agak kecewa.
Maka mulailah proses persalinan. Suami istri itu berbaring di ranjang bersalin, bersebelahan, masing-masing satu ranjang. Istri mulai diberi aba-aba untuk bersalin.
Professor: ”Sekarang kita transfer 5%. Asisten tolong perhatikan kondisi suami setiap dua menit.”
Dua menit kemudian tidak terlihat tanda apa-apa pada si suami. Dia tidak merasakan apapun.
Professor: ”10%.” Dua menit berlalu tidak terjadi apa-apa juga. Suami mulai tersenyum.
Suami: ”Gak kerasa apa-apa nih prof. 20% aja.”
Profesor: ”20%”. Dua menit, tidak terjadi apa-apa.
Suami: ”Ini udah jalan belum prof, kok gak kerasa. Udah, 50% aja.”
Professor ragu-ragu, tapi dia tetap melakukannya. Dua menit setelah 50%, tak terjadi apa-apa.
Suami: ”Kok gak kerasa sih, udah bikin 100% aja prof.”
Profesor: ”Jangan pak. Terlalu bahaya. 75%.”
Setelah dua menit, tidak terjadi apa-apa juga. Si istri semakin merasa lega karena bebannya semakin ringan.
Suami: “Udah prof, bikin 100% aja saya bilang.”
Profesor: 100%, Full power.
Beberapa menit kemudian sang bayi pun lahir, ibu tidak merasakan capek yang berarti. Hanya sedikit keringat untuk 20 menit pertama. Si suami bahkan tidak merasakan apapun.
Suami: “Ternyata sakit bersalin itu cuma segitu. Kirain berat-berat amat.”
Profesor: !$!$!$$#?????????!!!??!?!?
Segala urusan admistrasi dibereskan. Bayi sudah dibungkus dalam kain hangat dimasukkan dalam keranjang bayi. Keluarga bahagia itupun sudah siap untuk pulang. Mereka segera menuju tempat parkir kendaraan dengan wajah sumringah. Suami berjalan tegak dan bangga. Sekarang dia seorang ayah dan bisa menanggung sakit bersalin tanpa merasa sakit sedikitpun.
Di tempat parkir....supir mereka terbaring di mobil. Seluruh badannya basah dengan keringat dan peluh, bahkan ada bau air seni. Setelah diperiksa ternyata dia pingsan. Sepertinya dia sangat kelelahan.

Baca Juga.....

21 Depok
Susan dan Diana

Akhirnya Kau Tau
The same joke and the same problem

Orang bilang Pastor
Pengakuan Dosa
Asal Mula Orang Batak
ORANG BODOH AKHIRNYA PEGANG PERANAN

BEGITU SUSAH TERNYATA MASUK SURGA
Wich Baby are You ?
Perawan, Janda dan Partai Politik

Diary Suami
A Day in Hell
Arti Politik
Kenapa ada "Brotherhood" bukan "Sisterhood"
Nak Berkawin
Gelar Dari Minang
Guess
Racun
Menu Makanan
Ahong
Indikasi : Negara Kaya atau Miskin
Barang Berharga
Kendaraan di Surga






























Tidak ada komentar:

Posting Komentar