Anda bosan dengan kemacetan Jakarta? Saya tidak tahu apakah berita ini menjadi berita gembira atau mengecewakan buat anda. Buat teman-teman yang selalu menggunakan jasa bus kota, mungkin ini adalah berita gembira. Tapi untuk yang selalu naik mobil pribadi ke kantor (suatu tempat) bisa jadi ini adalah berita yang mengecewakan.
DirLantas Polda Metro Jaya mengusulkan pengaturan kendaraan pribadi supaya kemacetan di Jakarta cepat terurai. Untuk sementara , wacana yang dimunculkan adalah mengatur kendaraan pribadi berdasarkan nomor ganjil dan genap. Jadi tidak hanya kendaraan berat yang menjalani uji coba pengaturan untuk mengatasi kemacetan, demikian ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Royke Lumowa.
Uji coba ini, rencananya, akan dimulai pada pelaksanaan SEA Games bulan November mendatang saat banyak tamu asing datang ke Jakarta.
Usualan ini juga akan mengatur sepeda motor. Namun, kawasan pemberlakuan pengaturan sepeda motor lebih sempit.
Sementara itu menurut, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono , pengaturan berdasarkan nomor ganjil dan genap bisa dijalankan sembari menunggu penerapan system jalan berbayar (electronic road pricing / ERP) dioperasikan. Hal ini juga menunggu paying Hukum ERP yang belum selesai dikaji pemerintah pusat.
Karena masih dalam kerangka usulan, belum diketahui bagaimana mekanisme pengaturan ini akan dilakukan. Bisa jadi berdasarkan nomor belakang kendaraan bermotor. Misalnya, untuk melewati satu kawasan tertentu hanya nomor kendaraan belakang 1-2 untuk hari Senin, 3-4 untuk hari Selasa, 5-6 untuk hari Rabu, 7-8 untuk hari Kamis dan 9-0 untuk hari Jumat. Ruas yang bisa diterapkan untuk nomor kendaraan ini, lanjut Pistono, adalah kawasan 3 in 1.
Untuk menunjang uji coba ini, Dinas Perhubungan sudah menyiapkan 44 bus transjakarta. Namun penambahannya baru dilakukan pada Desember. Armada ini nantinya akan disuplai ke koridor I dan II karena kedua koridor inilah yang koridor 3 in 1.
Semoga saja kemacetan di Jakarta bisa cepat teratasi. Apa dan bagaimana pun penerapannya, mudah-mudahan semua warga Jakarta bisa menerima. Tentunya demi kebaikan bersama.
disarikan dari Kompas, Sabtu 18 Juni 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar