Rabu, 18 September 2013

Uangmu Belum Tentu Membuatmu Bahagia

Uang memang menawarkan banyak kemudahan dan keamanan bagi pemiliknya. Mungkin cukup banyak yang bisa kita beli dengan uang tetapi tidak dengan kebahagiaan. Terkadang kita melihat orang yang bergelimang harta dan kita mungkin menyimpulkan bahwa dia pasti cukup bahagia dengan uang dan harta yang dia miliki. Tapi kesimpulan itu tidak sepenuhnya benar. Seringkali malah uang membelunggu kehidupan kita. Jadi kesimpulannya uang tidak serta merta membuat kita bahagia.

Hal senada juga diungkapkan Robert Skidelsky, sejarawan ekonomi dan penulis buku "How Much Is Enough" kepada CNBC. "Bukti menunjukkan bahwa semakin kita kaya, tidak serta-merta kita lebih bahagia," ujarnya.

Mengejar banyak uang diumpamakan Skidelsky seperti sedang berjalan di atas treadmill yang tak ada ujungnya. Anda hanya terus menambah jumlahnya tapi tak tahu bagaimana menggunakannya agar Anda bahagia.

Dari sebuah survey yang pernah dilakukan diketahui, 96 persen orang mengakui bahwa kepuasan hidup bertambah seiring meningkatnya pendapatan pribadi maupun negara bersangkutan. Meski begitu, ketimbang uang, perasaan bahagia lebih banyak dipengaruhi faktor lain seperti merasa dihormati, kemandirian, keberadaan teman serta memiliki pekerjaan yang memuaskan.

Dalam kehidupan yang terjadi sekarang ini, manusia seperti mendewakan uang. Uang membuat manusia jadi tamak. Uang bisa membuat seseorang 'menginjak-injak' orang lain. Bahkan uang bisa membuat seseorang membunuh orang lain. Ya.. itulah sisi gelap uang. Hampir tidak ada yang gratis di dunia ini, semua butuh uang. Bagaimana dengan anda? Apakah lebih mementingkan uang atau kebahagiaan ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar